Hati-Hati Kacer Pilek & Masuk Angin


burung%2Bkacer%2B2 Hati Hati Kacer Pilek & Masuk Angin

Musim hujan tidak bisa dianggap remeh, karena suhu udara bisa tiba-tiba berubah menjadi dingin serta kadang disertai dengan angin kencang.
Seperti halnya pada manusia pengaruh cuaca dingin dapat menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit, demikian juga pada burung kacer kesayangan kita. Secara kasat mata, biasanya burung akan terlihat diam dengan kondisi bulu agak mengembang, mata sayu dan kadang berair. Burung lebih banyak berdiam diri dan malas berkicau. Hal ini harus diperhatikan sebagai pertanda bahwa kemungkinan besar burung sedang masuk angin atau bisa saja terserang pilek. (more…)

Gagak Flores

Gagak flores adalah endemik dari Flores, selain Kehicap Flores ( Monorcha Sacerdatum ),Serindit Flores ( Loriculus Flosculus ) , dan Celepuk Flores (Otus Alfredi).Panjangnya 40 cm. Hitam; iris gelap; busur paruh berbulu dari pangkal sampai setengah panjangnya. Nada cwaaa atau cawaraa atau waak tinggi, parau, menurun, diulang 1-3 kali. Juga, adakalanya suara letupan dan degukan pol-ok atau burr-ok bergaung luar biasa yang mendalam … Continue reading

Cendrawasih Botak ( Cicinnurus respublica )

Cendrawasih Botak atau dalam nama ilmiahnya Cicinnurus respublica adalah sejenis burung pengicau berukuran kecil, dengan panjang sekitar 21cm long, dari marga Cicinnurus. Burung jantan dewasa memiliki bulu berwarna merah dan hitam dengan tengkuk berwarna kuning, mulut hijau terang, kaki berwarna biru dan dua bulu ekor ungu melingkar. Kulit kepalanya berwarna biru muda terang dengan pola salib ganda hitam. Burung betina berwarna … Continue reading

Rajawali Kuskus ( Aquila gurneyi )

Berukuran besar (74-86 cm). Berwarna coklat kehitaman dengan sayap panjang dan lebar. Ekor berukuran sedang dan agak bundar. Remaja: tubuh bagian bawah bertotol, keputih-putihan dan bungalan. Suara : Bernada agak tinggi, sengau. Suara bersiul, nada menyambung dan menurun, kadang diulangi.

Cenderawasih Parotia ( Parotia berlepschi )

Cenderawasih Parotia atau nama ilmiahnya Parotia berlepschi adalah sebuah burung cenderawasih dari familia Paradisaeidae. Burung ini pertama kali ditemukan pada abad ke-19. Burung ini dinamakan setelah Hans von Berlepsch, seorang ornithologis asal Jerman. Dalam sebuah ekspedisi pada Desember 2005, para peneliti menemukan kembali spesies ini di Pegunungan Foja, Papua, Indonesia. Mengingat keterbatasan informasi habitat dan penyebarannya, spesies ini mungkin akan diusulkan sebagai spesies tersendiri.

Cendrawasih Panji ( Pteridophora alberti )

Cendrawasih Panji atau dalam nama ilmiahnya Pteridophora alberti adalah sejenis burung pengicau berukuran kecil, dengan panjang sekitar 22cm, dari genus tunggal Pteridophora. Burung jantan dewasa mempunyai bulu berwarna hitam dan kuning tua, dikepalanya terdapat dua helai bulu kawat bersisik biru-langit mengilap, yang panjangnya mencapai 40cm dan dapat ditegakkan pada waktu memikat betina. Bulu mantel dan punggung tumbuh memanjang berbentuk tudung berwarna … Continue reading

Cendrawasih Kerah ( Lophorina superba )

Cendrawasih Kerah, Lophorina superba, merupakan burung cendrawasih pengicau anggota famili Paradisaeidae. Ia adalah anggota satu-satunya dari genus Lophorina. Burung jantan berwarna hitam dengan mahkota berwana hijau pelangi, mempunyai bulu penutup dadanya biru-hijau dan berbulu pundak yang bisa menegak berwarna hitam beludru. Burung betinanya berwarna cokelat-kemerahan dan bawahnya bulu bergaris-garis warna cokelat. Burung muda berwarna mirip burung betina.

Baza Jerdon ( Aviceda jerdoni )

Berukuran sedang (45 cm). Berwarna coklat dengan jambul hitam yang seringkali terangkat naik. Bagian atas coklat, bagian bawah putih dengan strip mesial hitam. Dada bercorak merah gelap, perut bergaris datar merah gelap. Ras Kalimantan: kepala dan sisi leher merah karat. Perbedaan dengan Elang-alap Jambul: jambul jauh lebih panjang dan ujung sayap nyaris mencapai ujung ekor; … Continue reading

Tips Merawat Cucak Ijo

Elang Ular Kinabalu (Spilornis kinabaluensis)

Burung berukuran sedang (55 cm). Berwarna gelap dengan jambul pendek lebat dan garis pucat pada ekor. Perbedaan dengan Elang-ular Bido: sayap lebih panjang, warna lebih gelap, bintik-bintik lebih kecil, gari tengkuk coklat amber terang, tenggorokan hitam, garis ekor lebih panjang.Iris kuning sitrun, paruh putih krem dengan sera kuning, kaki kuning.

Alap – Alap Sapi ( Rufous-bellied Eagle Hieraaetus kienerii)

Berukuran agak kecil (50 cm). Berwarna coklat kemerahan, hitam, dan putih, dengan jambul pendek. Dewasa: mahkota, pipi, dan tubuh bagian bawah kehitaman; ekor coklat dengan garis hitam tebal dan ujung putih.Dagu, tenggorokan, dan dada putih bercoret hitam; sisi tubuh, perut, paha, dan bagian bawah ekor coklat kemerahan dengan coretan hitam perut. Pada waktu terbang terlihat … Continue reading

(Alap-Alap Erasia Falco tinnunculus)